Arsip untuk September, 2007|Halaman arsip bulanan

“Sayang…” Katanya


“Sayang…”

Mungkin anda cukup beruntung karena pernah (atau malah sering) mendengar kata ini terucap dan ditujukan pada anda. Mungkin juga tidak. Mungkin andalah yang mengucapkannya; karena itu yang anda rasakan, atau karena anda merasa perlu mengucapkannya, atau karena kebiasaan saja. Mungkin anda percaya ketika kata ini diucapkan pada anda, atau menganggapnya dusta; atau malah sama sekali tidak percaya. Tak mengapa; toh buat sebagian orang ’sayang’ mungkin memang sekedar sebuah kata.

Banyak orang mengidentikkan ‘sayang’ dengan cinta; walaupun banyak juga yang bilang dua hal tersebut sesungguhnya berbeda. Ada yang bilang sayang lebih luas dari cinta. Tapi dalam opini pribadi saya sih, itu cuma beda titik pandang saja.

Setahu saya, hingga hari ini belum ada teori atau alat khusus yang bisa menganalisis rasa sayang. Juga belum ada detektor yang valid, yang bisa mengidentifikasi stadium rasa sayang. Yang saya tahu, rasa sayang—seperti juga rasa-rasa yang lainnya—hanya bisa diukur derajat kebenarannya oleh orang yang bersangkutan, yang merasakan—dan selanjutnya barangkali mengungkapkan—rasa sayang tersebut. Sedangkan orang yang menerima kata-kata tersebut hanyalah bisa percaya (atau tidak percaya) tanpa mengetahui duduk perkaranya secara objektif.

Lantas bagaimana kita tahu apakah seseorang bersungguh-sungguh atau berdusta ketika ia mengatakan ‘sayang’? Baca selebihnya »