Arsip untuk April, 2008|Halaman arsip bulanan
Buruk Rupa, Cermin Dibelah
“Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara
Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit.”
[Gossip Jalanan, Slank]
Itulah potongan lagu Slank yang sempat bikin panas kuping para anggota dewan yang terhormat. Sedemikian panas hingga sempat ada kabar bahwa kelompok musik dari Gang Potlot itu bakal digugat Badan Kehormatan (BK) DPR. Kenapa baru panas sekarang, padahal lagu tersebut sudah ada sejak tahun 2004? Entahlah, mungkin para anggota dewan kurang tekun menyimak suara-suara di sekeliling mereka. Baca selebihnya »
Tim Sukses
Saya sedang muak. Sungguh!
Alasannya sederhana saja, PILKADA[L] akan segera dilangsungkan, dan saya muak dihujani materi kampanye para kandidat yang nggak bermutu. Ada yang mengaku sudah dinanti rakyat priangan dengan pola kampanye “Kang … <nama kandidat>, tos ditungguan ku rakyat Jabaaar..!” (Kang … <nama kandidat>, sudah ditunggu oleh rakyat Jabar)
Huh! Sontak hati tegas menukas, “Siapa yang nunggu, dul? Gua nggak!”
Ada juga yang [konon] diharapkan mengembalikan keadaan seperti ketika kita mesti memilih presiden yang sama selama 32 tahun. Apa nggak salah, tuh?
Lantas ada kandidat yang [mencoba] menampilkan ke-”keren”-an masa lalu ketika masih jadi idola remaja tahun ‘80-an. Ada pula yang sekedar berbangga akan kumis mereka. Halah..! Baca selebihnya »
Komentar (4)
Komentar (1)