Tentang Penutur

Desiyanti , adalah seorang perempuan yang lahir di Bandung sekitar 35 tahun yang lalu. Saat ini ia bermukim di kawasan pebukitan dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dari Bandung, bersama bantal-bantal kesayangannya.

Konon, cita-cita mulianya adalah mewujudkan kehidupan dalam nuansa keadilan dan kesetaraan antar umat manusia; tanpa memandang gender, ras, etnis, keyakinan spiritual, dan besaran uang-saku. Masih jauh dari kenyataan, memang. Hingga kini ia baru bisa berusaha dan berharap.

Desiyanti adalah seorang perempuan yang biasa-biasa saja. Mungkin satu-satunya hal yang tak biasa darinya adalah rasa sayangnya terhadap bantal yang berlebihan. Bahkan, dengan semangat yang nyaris militan, ia gigih mengagas sebuah perkumpulan yang ia namakan PaSaBan, atau Paguyuban Sayang Bantal.

Jangan pula heran jika suatu saat ia menatap mata anda dalam-dalam, dan dengan penuh kesungguhan mewanti-wanti, “Jangan tidur telentang, ya. Janji!” Sebaiknya anda tak perlu bertanya mengapa ia meminta anda menjanjikan sesuatu yang tak penting seperti itu, sebab jikapun anda tak kuasa menahan rasa penasaran, inilah jawaban yang bakal ia sampaikan: “Soalnya, telen mur atau baut aja susah, apalagi telen-tang.”

Makanya, jangan percayai semua yang anda dengar tentangnya, jangan terlalu serius menanggapi apa yang ia katakan. Sungguh, perempuan ini cuma perempuan biasa.

6 comments so far

  1. melly on

    Ah! elu tuh ya :)

  2. Dyanti on

    Hehehe.. mau ikutan PaSaBan, bu? ;p

  3. melly on

    PaSaBan hidup ada gak? mau deh :D

  4. Desiyanti on

    Bisa diatur, Bu… ^_-

  5. yopisetiaumbara on

    seseorang pernah bertanya padaku, “siapa kamu?” dan “apa yang kamu lakukan?”, dan aku mulai berpikir tentang pertanyaan itu.

    salam

  6. bisma on

    hei des….mo link ke blog-mu…boleh ya?…Makasih


Leave a reply