Sunyi

Photo © Desiyanti. All Rights Reserved.

Photo © Desiyanti. All Rights Reserved.

Sunyi adalah adiksi.

Setidaknya, bagiku.

Deru kendaraan, lengking klakson di jalan,
dan peluit tukang parkir.
Suara orang mengobrol, derai tawa mereka, denting sendok ketemu piring,
dan bocah yang ribut lari kesana-kemari.
Bunyi langkah kaki pelayan restoran, gerincing koin kembalian,
dan mesin kasir gemeletuk menelan uang pembayaran.

Kenapa begitu banyak suara? Bahkan kepalaku sendiri begitu gaduh dengan pikiran.
Berputar, mengguntur: tak berarti.

Aku ingin meledakkan tubuhku jadi gemuruh
yang membunuh semua bunyi.

Sampai suara-suara mati.

Lalu kembali sunyi.